Kota makassar adalah kota terbesar di wilayah Indonesia timur. Selain untuk kebutuhan ekonomi dan pendidikan makassar juga menyajikan beberapa tempat wisata sebagai pendukung aktifitas masyarakat di kota agar tidak meniggalkan kesan yang padat, macet dan panasnya kota. Salah satu taman yang menjadi rujukan untuk bersantai sambil berwisata yaitu di Taman Maccini Sombla of Indonesia. Taman ini terletak di kelurahan maccini sombala kota makassar, jika ingin berwisata di sini kita dapat melewati jalan danau tanjung bunga atau jalan nuri yang penting masuk ke jalan manunggal 22 maka ada petunjuk masuk ke taman maccini sombala.
Selain tempat bersantai, taman ini juga menyediakan suasana agrowisata di mana kita bisa melihat berbagai tanaman jangka pendek yang sering di konsumsi di kesehariannya misalnya : labu, kangkung, mentimun, cabe dan masih banyak lagi yang membuat kita semakin segar berada di sana. Luas area ini sekitar 4 hektare dan terdapat 4 plaza dan di kelilingi kanal yang memberi kesan berbeda dengan taman lainnya. Banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkan kanal ini untuk melakukan hobi memancingnya. Taman ini tidak memiliki biaya masuk alias GRATIS, hanya yang menggunakan kendaraan pribadi biasanya di kenakan biaya parkir yang menjadi hal biasa di semua kota besar. Selain wisata agro tadi kita bisa juga melakukan jogging di tracknya, bersepeda ria, dan bersantai di gazebo dan tempat duduk di bundaran taman.
Dalam rencana tata ruang wilayah kota makassar kawasan taman maccini sombala masuk pada pola ruang dengan fungsi sebagai kawasan campuran dan di kelilingi kawasan dengan pemukiman sedang dan kawasan campuran bisnis (RTRW Kota Makassar 2015-2034). Dalam UU No.26 tahun 2007 mengenai penataan ruang da UU No.5 Tentang RTH yang dimana sebuah kota membutuhkan Ruang Terbuka Hijau sebesar 30 % dengan pembagian untuk Publik sebesar 20% dan Privat sebesar 10% dari luas wilayah itu sendiri. Dengan adanya aturan itu maka pemerintah kota makassar mengadakan taman untuk publik. Akan tetapi, fasilitas publik ini masih belum sepenuhnya di nikmati atau masih belum ramai dan di jamah oleh masyarakat kota.
Mungkin salah satu alasannya yaitu posisi atau lokasi yang di tempati agak susah di dapat dan tidak terlihat di dalam kota tetapi berada hampir berada di pinggiran kota yang membuat masyarakat baik penduduk asli mapun pengunjung (pendatang) belum sepenuhnya mengetahui keberadaannya.
Oleh Karena itu perlu adanya publikasi akan adanya taman kota ini baik dari pemerintah kota maupun dari kalangan aktifis (mahasiswa, Traveler, komonitas dan organisasi yang ada) yang membuat semakin berfungsinya uang publik yang salah satunya yaitu taman kota. Ayo kita tingkatkan hobi akan bertaman.
